Pendapat Pakar Mengenai Hukuman pada Judi Slot Dana


Pengertian Perjudian

Judi dalam bahasa Arab yaitu maisir atau qimar Kata maisir berasal
dari kata al-yasr yang artinya keharusan, maksudnya adalah keharusan bagi
siapa yang kalah dalam bermain maisir untuk menyerahkan sesuatu yang
dipertaruhkan kepada pihak yang menang. Sedangkan menurut istilah maisir
adalah suatu permainan yang membuat ketentuan bahwa yang kalah harus
memberikan sesuatu kepada yang menang, baik berupa uang ataupun lainnya
untuk dipertaruhkan.

Perjudian menurut para ulama sebagai berikut:
Menurut Muhammad Rasyid Ridha, maisir adalah suatu permainan
dalam mencari keuntungan tanpa harus berfikir dan bekerja keras.
Menurut At Tabarsi maisir adalah permainan yang pemenangnya
mendapat sejumlah uang atau barang tanpa usaha yang wajar dan
menimbulkan kemiskinan.
Menurut Hasbi ash-Shiddieqy, judi adalah segala bentuk permainan
yang ada wujud kalah menangnya, pihak yang kalah memberikan
sejumlah uang atau barang yang disepakati sebagai taruhan kepada
pihak yang menang.
Menurut Yusuf Qardawi setiap permainan yang mengandung taruhan
adalah haram. Qimar atau judi adalah setiap permainan yang
pemainnya bisa untung dan bisa rugi.
Menurut Ibrahim Hosen judi ialah suatu permainan yang mengandung
unsur taruhan yang dilakukan secara berhadaphadapan atau langsung
antara dua orang atau lebih.
M nurut M Quraish Shiha kata maisir terambil dari kata yusrun yang berarti mudah. Karena pelakunya memperoleh harta
dengan mudah dan kehilangan harta dengan mudah, tanpa susah
payah.
Menurut Dwi Suwiknya judi adalah tindakan mengambil keputusan
secara untungan tanpa disertai dengan data yang mendukung. Disebut
juga dengan istilah permainan berjumlah nol yaitu para pemain
bersaing untuk pembayaran total tertentu, sehingga keuntungan yang
diperoleh oleh seseorang merupakan biaya langsung dari pemain
lainnya. Secara keuangan, judi hanya mengumpulkan uang dikalangan
tertentu sehingga tidak produktif
Menurut Kartini Kartono perjudian adalah mempertaruhkan satu nilai
atau sesuatu yang dianggap bernilai dengan menyadari adanya resiko dan harapan tertentu pada peristiwa, permainan pertandingan,
perlombaan dan kejadian yang belum pasti hasilnya.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa judi adalah
segala macam bentuk permainan yang di dalamnya terdapat taruhan
untuk mendapatkan keuntungan pelaku tidak perlu bekerja keras.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, judi (kata benda) merupakan
sebuah permainan dengan memakai uang atau barang berharga
sebagai taruhannnya. Sedangkan berjudi (kata kerja) adalah
mempertaruhkan sejumlah harta atau benda dalam permainan tebakan
berdasarkan kebetulan, dengan tujuan untuk mendapatkan sejumlah
harta atau benda yang lebih besar dari jumlah semula.

Slot Dana
Pendapat Pakar Mengenai Hukuman Judi Slot Dana

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 303 ayat (3) Yang disebut
dengan judi adalah permainan yang memungkinkan mendapatkan
keuntungan apabila beruntung dan mahir dalam memainkan salah satu permainan terpopuler yaitu Slot Dana.
Berdasarkan pengertian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa
judi ialah segala macam bentuk permainan yang di dalamnya terdapat
taruhan bersifat untung-untungan, disertai kesepakatan bahwa pihak
yang menang akan mendapat bayaran harta atau benda tertentu dari
pihak yang kalah, tanpa harus bekerja keras.

Dasar Hukum Larangan Perjudian

Perjudian dalam Islam adalah perbuatan yang dilarang, karena mudarat
yang diakibatkan dari melakukan perbuatan itu jauh lebih besar daripada
manfaatnya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran sebagai berikut:
Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.
Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat
bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebihbesar dari manfaatnya”. Dan mereka
bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari
keperluan”.

Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu
berfikir. (QS. Al-Baqarah: 219).12 Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu
Hurairah, bahwa Rasulullah saw, datang ke Madinah, beliau melihat para
sahabat sedang minum khamar dan bermain judi. Kemudian mereka bertanya
pada Rasulullah tentang khamar dan judi. Lalu turun ayat ini M r ka rkata “
tidak diharamkan, hanya dosa besar bagi pelakunya”. Mereka masih minum
khamar dan bermain judi, sampai ada kejadian seorang kaum Muhajirin
mengimami orang banyak pada shalat magrib, masih dalam keadaan mabuk
sehingga salah dalam melafalkan ayat al-Quran.

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum)
khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah,
adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar
kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum)
khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan
sembahyang; maka berhentilah (QS. Al-Maidah: 90-91). Allah SWT melarang
hambanya yang beriman meminum khamar dan berjudi. Telah disebutkan dalam
sebuah riwayat dari Amirul Mu’minin Ali ibnu Abu Talib r.a., bahwa ia pernah
mengatakan catur itu termasuk judi. Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari
ayahnya, dari Isa Ibnu Marhum, dari Hatim, dari Ja’far Ibnu Muhammad, dari
Ali r.a. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami
Muhammad Ibnu Ismail Al-Ahmasi, telah menceritakan kepada Wakil dari
Sufyan, dari Lais, dari Ata, Mujahid, dan Tawus, menurut Sufyan atau dua
orang dari mereka; mereka telah mengatakan bahwa segala sesuatu yang
memakai taruhan dinamakan judi, hingga permainan anak yang memakai
kelereng.

Diriwayatkan Rasyid ibnu Sa’d serta Damrah Ibnu Habib mereka
mengatakan : , “hingga dadu, kelereng, dan biji juz yang biasa dipakai permainan oleh
anak-anak.” Musa ibnu Uqbah meriwayatkan dari Nafi’, dari Ibnu
Umar, bahwa maisir adalah judi. Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu
Abbas yang mengatakan bahwa maisir adalah judi yang biasa dipakai
untuk taruhan di masa jahiliah hingga kedatangan Islam. Maka Allah
melarang mereka melakukan perbuatan khamar dan judi.

Dari ayat di atas secara jelas bahwa perbuatan khamar dan maisir adalah
perbuatan setan dan dilarang. Karena madharatnya lebih banyak dibandingkan manfaat dari perbuatan tersebut.

Dasar larangan maisir di dalam hadis,
diantaranya yang diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah SAW
bersabda: Artinya: Dari Abi Mussa Al-Asyari, bahwasanya Rasulullah SAW
bersabda, barang siapa yang main judi, maka sesungguhnya ia telah
mendurhakai Allah dan Rasulnya. (HR. Ahmad, Malik, Abu Daud dan Ibnu
Majah, Al-Albani berkata Hasan).

slam pada dasarnya membolehkan berbagai macam permainan dan
hiburan yang bermanfaat supaya mendidik bagi muslim, adapun yang di
haramkan apabila jika permainan itu terdapat unsur perjudian.
Rasulullah saw bersabda;
Artinya: Barang siapa berseru kepada kawannya, “Ayo rmain ju i”
hendaklah bersedekah (Hr. Bukhari dan Muslim).
Dampak negatif yang ditimbulkan dari judi sangat besar baik terhadap
pelakunya maupun lingkungannya, diantaranya sebagai berikut:
Menghalangi orang dari mengingat Allah dan memalingkan dari
melaksanakan shalat yang telah diwajibkan Allah.
Permusuhan dan kebencian diantara orang-orang yang berjudi. Judi dapat
merampas orang yang berharta. Sebab orang yang kalah untuk pertama kali pasti nantinya akan mencoba melakukannya kembali dengan harapan bisa
menang pada kesempatan yang lainnya.

Merusak akhlak, karena membiasakan seseorang berlaku malas dengan
mencari rizki melalui cara untung-untungan.

Sekian artikel ini dibuat, semoga bermanfaat. Terimakasih.