Judi Slot Ovo Menurut Hukum Islam


Menurut hukum Islam Judi ialah suatu permainan atau undian dengan
memakai taruhan uang atau lainnya, masing-masing dari mereka ada yang
menang dan ada yang kalah (untung dan rugi). Sebagaimana Allah telah
melarang perjudian ini, firman-Nya yang artinya : Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, sesungghnya (meminum) khamar, berjudi(berkorban untuk) berhala, mengeindi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S Al maodah 90)

Harta yang dihasilkan dari perjudian ini termasuk menggunakan cara
yang bathil (terlarang) dimana setiap sesuatu yang dilakukan dengan cara yang
bathil maka hukumnya haram, harta yang diperolehnya jika dipakai untuk usaha
itu berarti menggunakan modal yang dilarang oleh agama Islam, meskipun hal
tersebut (harta dari hasil judi) dipergunakan di jalan Allah sekalipun, akan tetapi
Allah tidak akan menerimanya.

Perjudian di dalam networking/internet seperti halnya dengan Slot Ovo adalah merupakan konten yang perlu dicegah, ditutup, atau dihilangkan dari seluruh jaringan internet yang memasuki wilayah otoritas Indonesia, karena terdapat konten negatif di dalamnya seperti yang dimuat dalam situs internet berikut ini : Di Indonesia, yang dimaksud dengan konten negatif di internet adalah yang mengandung perbuatan yang dilarang di dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu tepatnya padapasal 27 Ayat 1 (Kesusilaan), ayat 2 (Perjudian), Pasal 3 (Penghinaan dan atau Pencemaran Nama Baik), ayat 4 (Pemerasan dan atau Pengancaman) dan pasal 28 ayat 1 (Menyebarkan berita bohong), ayat 2 (SARA). khusus untuk asusila diambil pula pasal-pasal di dalam Undang-Undang Anti Pornografi dan untuk kejahatan terhadap anak-anak digunakan Undang- Undang Perlindungan Anak.

Saat ini teknologi internet memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan
sehari-hari, termasuk dari kehidupan anak pada saat ini. Internet bisa
mempermudah mereka menyelesaikan tugas-tugasnya, tetapi dampak negatif dari internet juga tidak kalah besarnya dan tidak bisa di anggap remeh.
Berhubung maraknya konten-konten negatif di internet, dibutuhkan
peraturan atau pengawasan, sehingga mereka merasa diawasi ketika akan
membuka situs-situs yang negatif.
Hukum yang diterapkan acap kali hanya sebagai permainan para mafiamafia di area perjudian, seakan mereka kebal terhadap hukum yang sekarang
berlaku di Indonesia. Bagaimana tidak? sering mereka ditahan namun beberapa
hari kemudian sudah duduk dimeja judi kembali, tanpa melalui pemeriksaan
yang cukup layaknya pelaku pidana perjudian.

Perjudian bisa dilakukan dalam berbagai bentuk termasuk penggunaan
akses internet. Internet yang dikenal sebagai sebuah tempat untuk mencari datadata dalam memenuhi kebutuhan akan kehausan ilmu pengetahuan ternyata kini telah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurut Stepen Hawking, sebagaimana telah dikutip oleh Mahayani Dimitri, internet
merupakan big bang kedua didunia, ditandai dengan adanya komunikasi
elektromagnetropis via satelit maupun kabel oleh eksistensi jaringan telefon yang
sudah ada dan akan segera didukung oleh ratusan satelit yang sedang dan akan
diluncuarkan.

Para pihak yang tidak bertanggung jawab, menggunakan kesempatan ini
untuk memperoleh rezeki meskipun lewat jalan yang tidak halal, yaitu mereka
membuat sebuah website (sebuah alamat pada internet untuk memudahkan
diakses) dimana didalamnya terdapat home page (halaman utama sebuah website yang memuat informasi singkat tentang isi dari website).

Slot Ovo
Judi Slot Ovo Menurut Hukum Islam

Pada hakekatnya perjudian merupakan perbuatan yang dilarang dan
sebagai bentuk perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, moral,
kesusilaan maupun hukum positif di Indonesia, dan ini pun sudah diatur dalam
pasal 1 Undang-Undang No 7 Tahun 1974 tentang Perjudian, yang menyatakan
bahwa semua bentuk perjudian merupakan tindak pidana.
Di Indonesia perjudian lewat internet ini ternyata memang sudah ada,
seperti yang termuat dalam harian Kompas melalui media elektroniknya.

Melihat pentingnya hukum untuk dapat mengatur hal-hal yang berkaitan
dengan Informasi dan Transaksi Elektronik, pemerintah segera mengesahkan
Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), yang disahkan pada
tahun 2008, dimana pada salah satu pasal, yaitu pasal 27 ayat 2 berbunyi : “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau
mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik
dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian”.

Perjudian elektronik dalam pasal 27 ayat 2 Undang-Undang No 11 tahun
2008, adalah sebagai perbuatan yang dilarang, jika perbuatan tersebut dilakukan
dengan sengaja dan tanpa hak, sebagaimana yang telah di undangkan dalam pasal
27 ayat 2 Undang-Undang No 11 tahun 2008 tersebut.
Untuk itu dengan latar belakang di atas, penulis merasa tertarik untuk
mengadakan penelitian tentang Tindak Pidana Perjudian Elektronik dalam
prespektif Hukum Pidana Islam, yang kemudian di tuangkan ke dalam skripsi
dengan judul: Tindak Pidana Perjudian Elektronik Menurut Hukum Pidana
Islam (Studi Undang-undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik).

Menurut Fuad Muhammad Fahruddin, lotre tidak termasuk ke dalam kategori maisir/judi
yang di haramkan.Dengan alas an karena ‘illat maisir/judi itu tidak terdapat di
sana. Ia menjelaskan: “Pembeli lotre apabila maksud dan tujuanya hanya menolong dan
mengharapkan hadiah, maka bukanlah perjudian. Dan apabila tujuanya itu
tertentu untuk semata-mata mendapatkan hadiah, maka menurut pendapat kami,
inipun tidak tergolong dalam soal perjudian, sebab qaidah perjudian sebagaimana
yang disebutkan oleh Imam Syafi’i ialah kedua belah pihak yang berhadaphadapan masing-masing menghadapi kemenangan atau kekalahan.”

menurut Syekh Muhammad Abduh bahwa pemerintah yang melarang segala macam bentuk
maisir/judi, ia menyelengarakan yanashib/lotre. Menurut Syekh Muhammad
Abduh pengarang al-Manar, hasil dari lotre itu dapat dimanfaatkan oleh
pemerintah atau organisasi untuk kemaslahatan umum, seperti membangun
rumah sakit, lembaga-lembaga pendidikan, panti-panti asuhan, dan lain-lain.
Sebab menurutnya, lotre tersebut tidak mengandung unsure maisir/judi, karena
pada waktu penarikan, mereka tidak berkumpul dalam satu tempat secara
berhadap-hadapan/langsung. Akan tetapi menurutnya, bagi perorangan atau
pribadi yang menang lotre tidak boleh/haram mengambil/menerima uangnya,
sebagaimana tidak boleh/haram bagi seseorang menerima sedekah atau hadiah
dalam keadaan tidak membutuhkan. Sebab menurut Syeh Muhammad Abduh hal itu termasuk memakan harta orang lain dengan cara batil, sebagaimana
dikehendaki oleh ayat yang artinya : Artinya: ”Janganlah sebahagian diantara kamu memakan harta sebahagian yang
lain dengan jalan batil. ”(QS. al-Baqorah 188)

Di dalam skripsi tersebut juga di tuliskan: Telah diriwayatkan pula dari
Rasyid Ibnu Sa’ad serta Damrah Ibnu Habib hal yang sama. mereka
mengatakan, “Hingga dadu, kelerang, biji jus yang biasa dipakai permainan oleh
anak-anak“ Musa Ibnu Uqbah telah meriwayatkan dari Nafi’ dari Ibnu Umar,
bahwa maisir adalah judi. Ad-Dahak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang
mengatakan bahwa maisir adalah judi yang biasa dipakai untuk taruhan dimasa
jahiliyah hingga kedatangan Islam. Maka Allah melarang mereka melakukan
perbuatan-perbuatan yang buruk itu.

Dilihat dari segi modusnya, undian dan lotre merupakan dua sisi mata
uang, tetapi hakekatnya adalah sama, yaitu berusaha menarik dana masyarakat
dengan jalan yang tidak halal yang diiming imingi oleh hadiah dan sebagainya.
Kenyatasan ini, dari tahun ketahun mengalami perkembangan yang signifikan,
terutama dalam mengembangkan modus-modus yang bila dilihat secara sepintas
dapat mengecoh umat untuk terlibat melakukannya. Padahal, Islam telah
memberikan batasan yang kongkrit bahwa setiap penghasilan yang diperoleh melalui untung-untungan atau nasib-nasiban dan merugikan orang lain termasuk
judi yang dilarang oleh Islam.

Sekian artikel ini dibuat, semoga bermanfaat. Terimakasih.