Dampak Negatif Judi Mesin Slot


Bagi sebagian pelaku, judi online mungkin membawa keberuntungan bagi mereka. Sebab, mereka bisa memenangkan permainan dengan berbagai trik karena sudah terbiasa bermain. Bagi mereka, judi online memiliki sisi positif karena dapat menambah pundi-pundi rupiah. Namun, dampak negatifnya, baik disadari maupun tidak, justru lebih besar dari dampak positif tersebut.

Di bawah ini kami uraikan dampak negatif bermain judi mesin slot online yang wajib Anda ketahui.
-Sebabkan Depresi
Ketika Anda menjadikan uang yang dimiliki sebagai bahan taruhan, terlebih dalam jumlah yang besar, maka sudah tentu Anda akan dilanda rasa cemas, khawatir, dan takut, bahkan hingga mengalami perasaan tertekan. Anda khawatir uang yang dipertaruhkan tersebut akan lenyap akibat hasil bermain judi yang meleset dari perkiraan Anda. Hal tersebut bisa membuat fokus dan konsentrasi Anda terhadap aktivitas lainnya terganggu. Sebab, pikiran Anda terus tertuju pada uang yang telah Anda pertaruhkan pada judi online tersebut.
-Data Pribadi Rentan Dicuri
Saat ikut melakukan permainan judi online, Anda harus waspada terhadap pencurian data. Judi online sangat berisiko terhadap hal tersebut. Sebab, dalam situs judi online, Anda pasti memasukkan data berupa email san nomor rekening untuk mentransfer uang Anda jika menang. Data Anda tersebut rentan dicuri dan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
-Terselip Konten Porno
Dampak negatif bermain judi online yang ke empat adalah adanya konten pornografi dalam situs judi online tersebut. Hal itu sengaja dilakukan oleh penyedia layanan untuk semakin menarik perhatian para pengguna. Seperti Anda ketahui, konten pornografi memiliki banyak dampak buruk bagi perilaku dan psikologis seseorang.
-Salah Satu Penyebab Kasus Bunuh Diri
Pada kasus bunuh diri, persentase paling banyak berasal dari orang-orang yang mengalami kekalahan dalam perjudian online. Depresi atas kekalahan berjudi, sedih kehilangan harta, membuat pelaku judi tersebut rentan bunuh diri. Hal tersebut ditunjang dengan kesehatan mental yang buruk akibat gemar bermain judi online.
-Serangan Malware dan Virus
Situs penyedia layanan judi online rentan terserang malware dan virus. Sebab, situs-situs sejenis itu memiliki akses yang begitu tinggi, sehingga menjadi target manis bagi para penjahat digital untuk menyebarkan malware dan virus. Maka, Anda tak perlu heran jika malware san virus begitu mudah menyebar setelah Anda membuka situs judi online.
Seperti situs ini:
-http://52.74.202.161/
-http://188.119.113.201/
-https://54.251.91.26/
-http://13.228.245.59/
-https://dewa.fun/
karna di web-web ni banyak sekali bonus-bonus buat new member, dan event-event lain nya yang ada pada dalam game tersebut. Sehingga bisa menarik perhatian kepada orang orang.
makanya, kita harus segera memberantas web tersebut.
karna apa? Karena Perbuatan judi tersebut diharamkan dan hasil yang diperoleh tersebut dikata haram karna cara yang di peroleh tersebut tidak benar, setiap perbuatan yang sifatnya untung-untungan, baik dengan cara membeli suatu benda maupun dengan perjanjian atas suatu yang belum tentu terjadi dengan melakukan pembayaran lebih dahulu atas secara berangsur-angsur, termasuk judi atau mengundi nasib. Judi tersebut menjadikan manusia tergantung kepada hal-hal yang mengacau kepada perbuatan setan, sebab orang tersebut tidak akan bekerja keras untuk mendapatkan uang melainkan hanya dengan taruhan. Judi tersebut merupakanalat untuk merusak kedamaian rumah tangga dan menyebabkan kemiskinan. Kenapa demikian? hal ini dikarenakan jika dalam permainan judi tersebut orang tersebut mulai kalah dalam permainan dan orang tersebut jatuh miskin maka keluarga tersebut akan bertengkar dan hal inilah yang menyebabkan perkalihan. Selain itu judi dapat menghambat kita untuk ingat kepada pencipta kita yaitu, Allah dan lupa dari pekerjaan yang namanya sholat. Judi dapat menghabiskan waktu karena sudah tidak melakukan hal yang lain kecuali berjudi, Judi dapat menurunkan semangat bekerja. Judi pulalah yang mengembalikan manusia kepada kebodohan serta menyebabkan penganggurandi tengah masyarakat karena sudah malas untuk bekerja.
Pasal 303 bis ayat (1) KUHP berbunyi:
Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sepuluh juta rupiah:
-barang siapa menggunakan kesempatan main judi, yang diadakan dengan melanggar ketentuan pasal 303
-barang siapa ikut serta main judi di jalan umum atau di pinggir jalan umum atau di tempat yang dapat dikunjungi umum, kecuali kalau ada izin dari penguasa yang berwenang yang telah memberi izin untuk mengadakan perjudian itu.
Adapun Pasal 303 KUHP yang dirujuk dalam Pasal 303 bis ayat 1 angka 1 KUHP di atas pada dasarnya juga mengatur bahwa menawarkan dan memberi kesempatan untuk permainan judi memerlukan izin.
Akan tetapi, pemberian izin penyelenggaraan segala bentuk dan jenis perjudian adalah dilarang, Dan pemerintah Indonesia mengupayakan penghapusan segala bentuk dan jenis perjudian di seluruh wilayah Indonesia.
Lalu, Pasal 27 ayat (2) UU ITE menyatakan bahwa yang termasuk perbuatan yang dilarang adalah.
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
Sedangkan bunyi Pasal 45 ayat (2) UU 19/2016 adalah sebagai berikut.
Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
Berdasarkan penjelasan di atas, judi atau perjudian dalam bentuk apapun adalah sesuatu yang dilarang. Oleh karena itu, baik dalam perjudian secara langsung maupun perjudian secara online, untuk penyelenggaranya maupun untuk pelakunya terdapat ancaman pidana sebagaimana yang disebutkan dalam pasal-pasal di atas.
Sesuai pertanyaan Anda, kami lebih khusus akan membahas tentang perjudian online yang diselenggarakan oleh penyelenggara yang berasal dari negara asing/orang asing.
Baik dalam KUHP, UU ITE, maupun UU 19/2016 tidak diatur secara spesifik tentang siapa yang menyelenggarakan perjudian tersebut. Oleh karena itu, kami menyimpulkan bahwa siapa pun penyelenggara judi online tersebut, setiap orang akan mendapatkan hukuman sesuai dengan hukum positif di Indonesia jika yang bersangkutan melakukan perjudian di wilayah Indonesia.Hal ini sesuai dengan prinsip dalam Pasal 2 KUHP bahwa ketentuan pidana dalam perundang-undangan Indonesia diterapkan bagi setiap orang yang melakukan sesuatu tindak pidana di Indonesia.Sehingga, kalaupun pelaku judi online bukan warga negara Indonesia tetapi terbukti melakukannya di Indonesia, mereka tetap harus menjalankan hukuman yang berlaku di Indonesia. Namun tetap harus dengan prosedur yang berlaku sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, yaitu harus dibuktikan dengan dua alat bukti yang sah.
Pemerintah khususnya kepolisian Negara Republik Indonesia diharapkan bekerjasama dengan
penyedia jasa internet dalam penanggulangan dan juga penyuluhan terhadap para pengunanya.
Kemudian, masyarakat dan para konten kreator diharapkan memahami peraturan dan ketentuan dalam
melakukan atau menggunakan internet.